BOGOR, CEKLISSATU.COM - Upaya percepatan pembangunan jalur khusus tambang di Kabupaten Bogor terus menguat.
Tak ingin menunggu hingga dua tahun, para pengusaha tambang di wilayah Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin menyatakan kesiapan menghibahkan lahan demi mempercepat realisasi akses jalan tambang.
Langkah itu dinilai penting agar operasional tambang kembali berjalan serta meringankan dampak sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Baca Juga: Soal Pembebasan Lahan Jalur Tambang, Bupati Bogor Rudy Susmanto: Sudah Masuk Dalam APBD 2026
Sekretaris Jenderal Asosiasi tambangBatuan Indonesia (ATBI), Bisma Muhammad Normansyah mengatakan, kesepakatan tersebut tercapai usai pertemuan dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo, Selasa (13/1/2026) sore.
"Sehingga dengan kebersamaan ini, harapannya tambang yang ada di wilayah Parungpanjang, Cigudeg dan Rumpin kemali beroperrasi," kata Bisma.
Ia menyebut, para pengusaha siap terlibat, mulai dari pembebasan lahan, land clearing, hingga pembangunan jalan tambangdi tiga kecamatan bersama pemerintah daerah dan TNI.
Baca Juga: Warga Tiga Kecamatan Demo Penutupan Tambang di Cigudeg Bogor, Berujung Pemblokiran Jalan
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dan pengusaha akan memangkas waktu penyelesaian jalur tambang yang semula dua tahun menjadi satu tahun.
"Jadi kalau misalnya menggunakan tahun anggaran, itu bisa menghabiskan 2 tahun anggaran dan itu tidak memungkinkan bagi kami, teman-teman pengusaha tambang itu bertahan hingga 2 tahun yang akan datang," jelas Bisma.
Selain itu, pertemuan tersebut juga menyinggung pembahasan pembukaan kembali operasional tambang yang hingga kini masih ditutup oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam waktu dekat, pengusaha tambang dan Pemkab Bogor berencana menemui Dedi Mulyadi guna membicarakan percepatan dibukanya kembbali operasional tambang yang sudah lama tutup.
"Akan mengusulkan bahwa ini bisa beroperasi dengan jalan alternatif yang sudah ada dengan catatan-catatan tertentu tentunya, misalnya Sumbu 2 harus lewat Parung Panjang kemudian yang indeks 20-30 ton itu lewat Cigudeg-Rumpin itu kan juga ada penyepakatan seperti itu," tuturnya.
Ia menilai, para pengusaha berpotensi kolaps jika harus menunggu hingga jalan tambang rampung, sehingga trayek sementara akan diusulkan kepada Dedi Mulyadi untuk disepakati.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Tetap Tegas, Meski Penutupan Tambang Bikin Proyek Jalan Bomang Tersendat
"Tentunya jalan khusus tambang ini harus disepakati dulu menjadi sebuah konsep yang utuh dan kita sepakat semuanya baru setelah itu, opsi pembukaan dengan trayek yang sementara itu akan disepakati seperti itu," jelas dia.
"Karena sudah nafas 4 bulan itu kan juga kita tidak beroperasi juga, itu beban yang sangat berat beban yang sangat berat karena masih digaji meskipun tambang tidak beroperasi," pungkasnya.