BOGOR, CEKLISSATU– Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bogor tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan anggaran pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama untuk mempercepat pembangunan di wilayah dengan jumlah penduduk mencapai 6,1 juta jiwa.
Hal itu disampaikan Rudy usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong, Jumat (17/7/2026), yang membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sekaligus penyampaian dan penjadwalan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Rudy mengapresiasi jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, Wakil Bupati, pimpinan DPRD, serta seluruh anggota DPRD yang telah memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif dalam pembahasan APBD. Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026 Tuntas, Pemkab Bogor Diminta Tancap Gas Jalankan Program Prioritas
"Semua masukan menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bogor semakin baik," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rudy memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah dilakukan. Salah satunya program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sepanjang 2025, Pemkab Bogor bersama DPRD berhasil memperbaiki sekitar 3.750 rumah warga.
Namun, ia mengakui angka tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat karena masih terdapat sekitar 24 ribu rumah yang memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, pada 2026 program tersebut kembali dilanjutkan dengan target sekitar 3.750 rumah.
"Kenapa masih ada yang merasa belum terpenuhi? Karena kebutuhan perbaikannya memang masih sangat besar," katanya.
Selain RTLH, Rudy juga menyoroti pembangunan infrastruktur jalan. Pada 2025, Pemkab Bogor mengalokasikan sekitar Rp140 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah Parung Panjang dan Rumpin. Anggaran tersebut ditambah sekitar Rp300 miliar untuk pembangunan jalan di Kecamatan Nanggung dan sejumlah wilayah lainnya.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan sehingga hasil pembangunan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Rudy menegaskan bahwa tantangan pembangunan di Kabupaten Bogor sangat besar mengingat wilayahnya mencakup 416 desa dan 19 kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 6,1 juta jiwa berdasarkan Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN).
"Kekuatan terbesar bukan kekuatan fiskal, melainkan kolaborasi dan sinergi. Membangun Bogor tidak bisa sendirian. Ini tanggung jawab kita bersama agar Kabupaten Bogor semakin maju dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," tegasnya.