BOGOR, CEKLISSATU.COM - Revitalisasi SDN 5 Cimahpar, Kota Bogor, yang menelan anggaran Rp2,6 miliar resmi rampung dan menghadirkan wajah baru sekolah dengan gedung dua lantai serta fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. 

Menko PMK, Pratikno bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau langsung hasil pembangunan SDN 5 Cimahpar Kota Bogor yang disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencetak SDM unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan.

"Kami meninjau pembangunan revitalisasi di SDN 5 Cimahpar Kota Bogor yang dilaksanakan secara swakelola," ujar Pratikno kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Anggaran Rp5,5 Miliar Ubah Wajah MTsN 1 Kota Bogor, Menag Nasaruddin Umar Pastikan Renovasi Tuntas 11 Hari

Menurut Pratikno, pemerintah saat ini menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan sebagai bagian dari pengembangan SDM nasional.

"Di bidang pendidikan ini banyak sekali programnya. Ada IFP, revitalisasi sekolah, dan berbagai program lainnya," tuturnya.

Pratikno menambahkan, selain pembangunan fisik sekolah, untuk peningkatan SDM juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran. 

Baca Juga: Langganan Banjir, Pemkab Bogor Usulkan Revitalisasi SDN Kemang Kiara sebagai Solusi Permanen

"Ini merupakan bagian dari program pemerintah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Pratikno juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran di SDN 5 Cimahpar Kota Bogor. 

Menurutnya, sekolah tersebut telah memanfaatkan perangkat layar pintar atau Smart TV untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Progres Sudah 75 Persen, Pembangunan SDN Cimahpar 3 Bogor Lampaui Target

"IFP tadi sudah digunakan di kelas. Anak-anak memanfaatkan layar Smart TV untuk memvisualisasikan pelajaran, menyampaikan pendapat, dan mengekspresikan ide-ide mereka. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih menyenangkan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno juga memastikan penyaluran insentif bagi para guru berjalan sesuai ketentuan dan diterima langsung oleh para penerima manfaat.

"Pemerintah memberikan insentif kepada para guru. Tadi kami juga mengecek dan memastikan bahwa insentif tersebut telah diterima langsung oleh masing-masing guru," imbuhnya.

Baca Juga: Peringati Hardiknas, Presiden Prabowo Resmikan PHTC di SDN Cimahpar 5 Bogor, Tegaskan Pemerataan Pendidikan

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan, seperti smartboard, merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.

"Yang pertama tentu kita harus mengantisipasi perkembangan teknologi. Karena itu pemerintah berpikir untuk memanfaatkan teknologi, antara lain melalui smartboard. Tujuannya adalah agar pendidikan dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi baru," kata Dedie.

Ia mencontohkan, penggunaan perangkat teknologi dalam pembelajaran matematika, termasuk materi piktogram, yang membutuhkan media pembelajaran yang memadai.

Baca Juga: Wajib Belajar 13 Tahun, Kemendikdasmen Bakal Bangun 1 TK 1 Desa, Abdul Mu’ti: Prioritas Pertama Sekolah di Daerah Bencana

Menurut Dedie, berbagai fasilitas di SDN 5 Cimahpar telah mengalami peningkatan sejak kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sekolah tersebut sekitar satu tahun lalu.

"Kemajuannya sudah cukup banyak. Peralatan ditambah, WC diperbaiki, ruang kelas ditambah, termasuk meubelair yang juga dilengkapi," ujarnya.

Dedie berharap lebih banyak sekolah di mendapatkan bantuan serupa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).\

Baca Juga: Apresiasi Program Prioritas Prabowo Revitalisasi 71 Ribu Sekolah, Ini Lima Harapan Fahira Idris

"Kami bersyukur. Mudah-mudahan banyak sekolah-sekolah lain di Kota Bogor yang juga mendapat bantuan, bukan hanya dari APBD, tetapi juga dari APBN, khususnya melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," pungkasnya.