BOGOR, CEKLISSATU – Pohon pepaya Jepang dengan tinggi sekitar 7 meter dengan diameter 15 cm tumbanf dan melintang di tengah jalan Ahmad Yani tepat di depan area Keuskupan Tanah Sareal, Kota Bogor yang diakibatkan Hujan deras serta angin kencang yang terjadi pada senin sore, (22/9/2025) 

Peristiwa terjadi pada pukul 18.00 WIB, saat kondisi cuaca masih diliputi hujan lebat dan angin kencang. Kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa, luka, ataupun kerusakan bangunan akibat tumbangnya pohon tersebut.

Dimas Tiko Prahadi Sasongko, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, menegaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian.

Baca Juga: Akibat Cuaca Ekstrem, Pohon Setinggi 8 Meter Tumbang dan Timpa Atap.Rumah Warga di Gunung Batu Bogor

“Laporan kami terima pukul 18.05 WIB dari pihak kelurahan melalui media sosial. Meski saat itu hujan masih turun, tim tetap kami kerahkan untuk melakukan penanganan langsung di lapangan,” ujar Dimas dalam keterangannya.

Tim yang tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB segera melakukan assessment serta evakuasi terhadap pohon yang menghalangi badan jalan. Penanganan rampung sekitar pukul 19.30 WIB dan lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal.

“Prioritas kami adalah keselamatan dan kelancaran akses warga. Dengan dukungan dari Satpol PP, unsur kelurahan, serta RT dan RW setempat, evakuasi bisa dilakukan dengan cepat dan tanpa hambatan,” tegas Dimas.

Personel BPBD yang terlibat dalam proses evakuasi antara lain Maruli Sinambela dari staf darlog, serta anggota Regu 3 yaitu Sahrul Setiawan, M. Iqram Juansyah, M. Gery Alghifari, dan Aldi Alfiansah. Mereka memastikan pohon tumbang tidak menyisakan potensi bahaya di lokasi.

Saat ini, situasi di sekitar Jalan Ahmad Yani sudah kondusif. Tidak ditemukan adanya kebutuhan mendesak, dan warga sekitar turut membantu proses pembersihan.

Dimas juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang selama musim hujan berlangsung.

“Kami mengajak warga untuk aktif melaporkan jika ada pohon dengan kondisi miring atau berpotensi tumbang. Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting dalam mitigasi bencana,” tukasnya.