KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU — Di tengah derasnya arus modernisasi, sekelompok pemuda di Kampung Parungsapi, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, justru bergerak menghidupkan potensi lokal dengan cara yang tak biasa.

Cara pemuda Kampung Parungsapi tersebut ialah menjadikan daerah aliran Sungai Cidurian sebagai pusat ekowisata berbasis masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan serta warisan budaya, mereka membangun Desa Wisata Sipak secara mandiri.

Menyulap potensi alam dan kearifan lokal, hal itu diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata yang ramah keluarga, edukatif, dan penuh nuansa tradisi.

Baca Juga: Desa Tegalwangi Jasinga Bogor Pertahankan Tradisi Leluhur, Lestarikan Padi Lokal hingga Leuit

“Kami ingin mengajak masyarakat dan wisatawan menjelajahi alam sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan dan nilai-nilai budaya lokal kami,” ujar Eusi Nurlina, yang akrab disapa Teh None, selaku penggerak Desa Wisata Sipak.

Di desa wisata ini, pengunjung diajak merasakan pengalaman yang tak hanya menyenangkan, tapi juga mendidik dan menyentuh akar budaya. Beberapa atraksi utama meliputi:

Sensasi mengarungi derasnya Sungai Cidurian sambil menikmati panorama alam Jasinga yang masih alami. Aktivitas ini cocok bagi pencinta adrenalin, namun tetap mengusung nilai sejarah dan edukasi lokal.