KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Memperingati Hari Jadi Bogor ke-543 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DPD Pandu Cahaya Islam (PCI) Matla’ul Anwar Kabupaten Bogor bersama komunitas Neragreen Indonesia melakukan penanaman pohon di Kampung Wates, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini bertujuan guna mengurangi risiko bencana alam, khususnya tanah longsor, serta memperkuat ketahanan ekosistem di wilayah rawan.
Dalam keterangan resminya, berdasarkan data PPID Kabupaten Bogor, Kecamatan Sukajaya termasuk daerah dengan tingkat risiko longsor tinggi, lebih dari 60 kejadian longsor tercatat sepanjang tahun 2024.
Baca Juga: Semarak Dulag Istimewa Meriahkan Hari Jadi Bogor Ke-543 dan Sambut Idul Adha 1446 Hijriah
Ketua DPD PCI MA Kabupaten Bogor, Faizul Hidayat menyatakan, aksi ini merupakan bagian dari program penghijauan berkelanjutan.
“Sebagai pemuda, kita harus menjadi agen perubahan dalam menghadapi permasalahan lingkungan yang semakin kompleks,” ungkapnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Senada, Ketua Komunitas Neragreen Indonesia, Alwiyansyah sangat mengapresiasi keterlibatan komunitas dalam kegiatan ini.
“Kami berterima kasih telah diajak untuk berpartisipasi dalam aksi penanaman pohon ini,” terangnya.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Buka Kabogorfest 2025, Digelar 16 Hari Targetkan Dua Juta Pengunjung
Kegiatan ini juga sebelumnya digelar Seminar Ekologis bertajuk Aksi Lokal Menuju Dampak Global yang digelar pada Sabtu (31/5/2025), menghadirkan praktisi dan pegiat lingkungan dari berbagai kalangan.
Ketua RW setempat, Heri Herlandi mengaku, menyambut baik kegiatan ini dan berharap manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang.
Terpisah, Suryadi, pegiat lingkungan sekaligus kader PCI MA, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolis.
“Kami akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala setiap 3–6 bulan untuk memastikan pohon yang ditanam tumbuh dengan baik,” tutur Suryadi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, luas hutan di wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5 persen pada tahun 2024, menjadi sekitar 112.000 hektare.
Penurunan tutupan hutan ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko bencana serta polusi udara, yang naik sebesar 12 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Komunitas Mobil Calsic Chapter Bogor Raya Gelar Muschap Ke-4, Bahas Peraturan hingga Tanam Pohon
Secara keseluruhan, program reboisasi di Jawa Barat pada tahun 2024 mencakup area seluas 18.241 hektare. Kabupaten Bogor ditargetkan menanam lebih dari 50.000 pohon sepanjang tahun 2025.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut para perangkat desa, termasuk RT, RW, dan Kepala Dusun 2 Desa Kiarapandak.
"Aksi tanam pohon ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan hidup," pungkasnya.