KOTA BOGOR, CEKLISSATU.COM - Olahraga padel di Kota Bogor terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya lapangan padel yang berdiri di berbagai wilayah. Salah satunya adalah Dream Padel Court yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di kawasan Bantarjati, Sabtu (17/1/2026).
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pesatnya pertumbuhan fasilitas padel menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Bogor, khususnya dalam memberikan kemudahan perizinan bagi sarana olahraga serta sektor pendukung lainnya.
“Ini menjadi tantangan bagi kita semua, bagaimana memberikan kemudahan perizinan bagi fasilitas olahraga, kemudian juga hotel, restoran, kafe, dan hiburan di Kota Bogor sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Dedie kepada wartawan.
Baca Juga: Kota Bogor Sempat Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Masih Berstatus Normal
Menurut Dedie, olahraga padel kini menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi Kota Bogor. Hingga saat ini, Pemerintah Kota Bogor telah menerbitkan izin untuk sedikitnya 18 lapangan padel yang tersebar di berbagai lokasi.
“Padel ini merupakan salah satu sumber pendapatan baru bagi Kota Bogor. Saat ini sudah ada paling tidak 18 padel court yang diberikan izin. Ini menjadi harapan baru bagi Kota Bogor,” katanya.
Selain berkontribusi terhadap pendapatan daerah, Dedie menilai olahraga padel juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kebugaran masyarakat.
Baca Juga: Libur Panjang, SKI Waterpark Kota Bogor Tetap Jadi Favorit Wisata Keluarga
“Bukan hanya soal pendapatan, tetapi Kota Bogor juga memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Padel relatif lebih mudah dimainkan dibandingkan tenis, sehingga lebih inklusif,” ujarnya.
Ia berharap, dengan semakin banyaknya fasilitas olahraga padel di Kota Bogor, dapat tercipta simbiosis mutualisme antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Sekarang lapangan padel sudah ada di mana-mana di Bogor, jumlahnya sekitar belasan. Harapannya tercipta simbiosis mutualisme antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat pecinta olahraga,” pungkas Dedie.