KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK RI, Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor atas peningkatan signifikan skor Monitoring Center for Prevention (MCP). 

Ia menyebutkan, saat pertama kali hadir di Kabupaten Bogor pada Oktober lalu, skor MCP masih berada di bawah angka 80. 
Tetapi setelah dilakukan penguatan dan pendampingan, skor MCP Kabupaten Bogor meningkat menjadi 91 persen.

"Ini merupakan capaian yang membanggakan. Artinya, berbagai langkah perbaikan tata kelola melalui upaya pencegahan telah diimplementasikan secara nyata oleh Pemkab Bogor," ungkap Bahtiar Ujang Purnama kepada ceklissatu.com, di gedung Serbaguna Setda, Rabu (21/05/2025).

"Harapan kami, capaian ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun 2025,” tambah Bahtiar Ujang Purnama.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Soroti Pentingnya Percepatan Digitalisasi Data Aset Milik Pemkab Bogor

Dalam kesempatan tersebut, KPK juga mengingatkan pentingnya perencanaan dan pengelolaan anggaran yang berorientasi pada outcome, bukan hanya sekadar output. 

Selain itu lanjut Bahtiar Ujang Purnama, setiap kegiatan yang direncanakan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan selaras dengan tujuan pembangunan daerah.

"Sering kali kita terjebak pada pencapaian output semata. Padahal, yang paling penting adalah kemanfaatan langsungnya bagi masyarakat. Setiap rupiah yang digunakan harus berdampak positif dan terukur,” terangnya.