KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Suasana Subuh di Kampung Bongas, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, berubah mencekam.
Sebuah tebing penahan tanah (TPT) di Jalan Raya Antam Pongkor tiba-tiba longsor dan menimpa satu unit rumah warga, tepat saat azan Subuh berkumandang, Selasa (01/07/2025) pukul 04.30 WIB.
Rumah yang hancur milik Achmad Juansyah, dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total 13 jiwa. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Namun, kerusakan yang ditimbulkan terbilang parah dan membuat para penghuni kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Tebing Penahan Tanah Longsor di Nanggung Bogor, Satu Rumah Tertimpa dan Empat Keluarga Mengungsi
“Pas kejadian hujan cuma gerimis, tapi pas azan Subuh tiba-tiba longsor. Ini sudah yang kedua kali. Dulu sempat longsor di bagian sebelah, sekarang yang ini,” ujar Achmad dengan nada getir.
Ia menceritakan bahwa ayahnya sempat tertimpa puing saat kejadian, namun berhasil selamat. Kini, kondisi rumahnya rusak berat dan tak lagi layak huni.
Achmad menuturkan bahwa kawasan tempat tinggalnya memang tergolong rawan longsor, terlebih karena tak adanya sistem irigasi di area atas tebing. Saat hujan turun, air langsung menghantam lereng dan mengalir ke bawah tanpa kendali.
“Kami butuh solusi. Bukan cuma bantuan rumah, tapi juga pembangunan irigasi agar air hujan bisa dialirkan dengan benar dan tidak menimbulkan longsor lagi,” harapnya.
Baca Juga: Diguyur Hujan Cukup Deras Empat Rumah di Cibunian Pamijahan Kabupaten Bogor Terdampak Longsor
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata, tidak hanya memperbaiki rumah yang terdampak, tetapi juga memperkuat TPT dan membangun sistem drainase sebagai langkah pencegahan bencana di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari BPBD Kabupaten Bogor dan pemerintah desa sudah mulai melakukan pendataan dan mengevakuasi material longsoran. Namun, kejelasan bantuan dan penanganan jangka panjang masih dinanti para korban. (DIDIN KHAERUDIN)