KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Di tengah tingginya minat masyarakat Kabupaten Bogor untuk berangkat Umrah, masih saja ada oknum tidak bertanggung jawab yang menawarkan paket murah dengan iming-iming harga jauh di bawah standar. Tawaran inilah yang kerap menjebak calon jemaah hingga mengalami penipuan.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor, Muslimin mengungkapkan bahwa aduan masyarakat terkait penipuan umrah murah sudah sering mereka terima. 

“Orang yang mau umrah secara finansial masih belum cukup, disaat ada yang menawari harga murah, banyak yang mau ujung-ujungnya yang harga murah di luar harga normal, itu sudah pasti penipuan,” terang Muslimin saat ditemui Ceklissatu.com di kantornya, Jumat (29/8/2025). 

Muslimin menyontohkan tawaran umrah dengan harga Rp15 juta yang jelas tidak masuk akal. 

Baca Juga: Peserta Fun Ride Asal Bekasi Raih Hadiah Umrah di Bupati Bogor Cup Tour Malasari Halimun Salak

“Ada harga umrah Rp15 juta, itu gimana, harga tiket pesawat saja sudah Rp15 juta. Nah ini yang sering terjadi, yang sering saya hadapi, ada saja aduan masyarakat yang tertipu dan lain sebagainya,” kata dia.

Menurutnya, penanganan akan lebih mudah jika travel yang merekrut jemaah adalah penyelengara resmi, karena Kemenag memiliki data dan payung hukum yang jelas. 

Namun, kasusnya berbeda jika jemaah direkrut oleh agen tidak resmi atau travel bodong.

"Kalau yang rekrut travel resmi, kita gampang ngambil tindakan. Kalau yang rekrutnya oknum penipu, apalagi travel yang tidak jelas statusnya dan tidak resmi, ini yang sulit buat kita untuk menyelesaikan,” tegas Muslimin.

Baca Juga: Ketua PWI Jaya Siap Berangkat Umrah, Ajak Wartawan Jaga Semangat Ibadah dan Silaturahmi

Untuk mencegah praktik penipuan ini, Kemenag Bogor mengintensifkan sosialisasi dan imbauan melalui berbagai media. 

“Makanya kita akan optimalkan pemberitahuan dan imbauan terkait tawaran-tawaran bodong di banner atau medsos harga umrah yang miring. kita harus dekati dan pastikan yang dia tawarkan masuk akal atau tidak dengan harga umrah segitu murahnya,” ucapnya.

Muslimin menekankan, peran kepala KUA di wilayah masing-masing juga sangat penting dalam melakukan pengawasan dan pembinaan agar masyarakat tidak terjebak penipuan. 

“Artinya, para pengurus dan kepala KUA di wilayahnya masing-masing untuk peka mengurusi hal itu, untuk mengawasi dan melakukan pembinaan-pembinaan agar mereka para jemaah biar terjaga dari penipuan,” jelas dia.

Ia pun menambahkan, korban penipuan tidak hanya dari kalangan lansia, tetapi juga anak muda. 

“Dari pengalaman yang pernah kita terima, semuanya mau itu masih muda ataupun lansia. Tidak ada batasan. Karena para jemaah diawali dari keinginan, dari sisi keuangan belum mencukupi, ada yang menawarkan harga murah lebih terjangkau, ya itulah makanya mereka tertarik. Karena itu bicara harga umrah di bawah Rp20 juta itu sudah tidak masuk akal,” tegas Muslimin.

Hingga saat ini, ia menyebut edukasi kepada masyarakat sudah cukup efektif. 

“Kalau sekarang alhamdulillah dengan langkah-langkah itu, sudah efektif. Karena edukasi ke masyarakat itu sangat penting. Kalau mau umrah ya harus gunakan travel yang resmi dan berizin. Insya Allah kalau sudah berizin sudah aman,” pungkasnya.