KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Kehadiran ruang terbuka publik dinilai penting untuk menjaga tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi ketergantungan mereka terhadap gadget. 

Hal ini disampaikan Ketua Departemen Kepemudaan di Jaringan Kebudayaan Rakyat Bogor (Jaker Bogor), Frans Harly, saat menyoroti fenomena pergeseran pola bermain anak masa kini.

Menurut Frans, anak-anak pada era sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dengan berbagai aktivitas fisik dan sosial. 

Baca Juga: Parenting di Desa Wisata Jasinga Bogor, Mencetak Anak Berakhlak Mulia Calon Pemimpin Masa Depan

"Dulu, pulang sekolah kita ke hutan ambil suluh (kayu bakar) buat masak ibu di dapur karena waktu itu belum ada gas," ungkap Frans, Sabtu (20/9/2025).

Selain itu, lanjutnya, sawah dan ladang sering menjadi arena bermain. "Pulang dari hutan kalau tidak main layangan di sawah yang baru dipanen. Sorenya, kalau tidak main bola, kita main galang, gatrik, dan permainan tradisional lainnya," kenangnya.

IMG_20250920_173702.webp
SOROTI RUANG TERBUKA PUBLIK: Ketua Departemen Kepemudaan di Jaringan Kebudayaan Rakyat Bogor (Jaker Bogor), Frans Harly, saat menyoroti fenomena pergeseran pola bermain anak masa kini.

Ia menambahkan, meski anak-anak kala itu dikenal aktif bermain, ada aturan tak tertulis yang membentuk karakter. 

Baca Juga: Wedding Showcase Harris Hotel CCM Hadirkan 17 Vendor Pernikahan, Siap Penuhi Kebutuhan Calon Pengantin

"Habis Magrib, senakal-nakalnya kita tetap pergi ke pengajian. Belajar tuturutan sama guru ngaji di kampung," jelas Frans.