KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Sebanyak 180 pelanggar ditertibkan Satlantas Polres Bogor pada hari kedua Operasi Patuh Lodaya 2025 yang mengusung tema Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas, berlangsung di perempatan Satlantas Terpadu Simpang PDAM, Cibinong, Selasa (15/07/2025).

KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto menyebutkan, pihaknya sudah melakukan giat preventif sosialisasi kepada siswa di sekolah, karena pada saat ini sedang berlangsung Mas Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Sehingga kami menyisipkan materi terkait tertib berlalulintas serta safety reading di giat MPLS," ungkap Ardian Novianto kepada Ceklissatu.com.

Selain itu lanjutnya, dilakukan juga pengaturan rawan kemacetan pada pagi dan sore hari. Sehingga konsep Operasi Patuh Lodaya 2025 ini, yaitu 25 persen prehentif, 25 persen giat preventif, dan 50 persen represif. Tepatnya di simpang PDAM Jalan Tegar Beriman, dilaksanakan penindakan bagi pelanggaran lalu lintas yang ada di jalan raya.

Baca Juga: Polres Bogor Siapkan Operasi Patuh Lodaya Selama 14 Hari, Berikut Ini Tujuh Jenis Pelanggaran yang Disorot

"Maka saat ini kami sudah melaksanakan kegiatan dari pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB dengan hasil memang kami sudah mendapatkan untuk pelanggaran sendiri jumlahnya kurang lebih 180 pelanggaran," terang Ardian Novianto.

"Itu terdiri dari pelanggaran tidak menggunakan helm bagi pengemudi maupun bagi pengendara, serta yang dibonceng, kemudian knalpot brong, juga kendaraan yang tidak mempergunakan plat nomor, baik itu plat nomor depan maupun belakang," tegasnya.

Sehingga kata Ardian Novianto, saat ini kegiatan sudah selesai. Kemudian semua barang bukti kendaraan dibawa ke Polres Bogor.

Saat ditanya apakah penindakan pelanggaran juga dilakukan melalui tilang ETLE, ia mengatakan bahwa penindakan menggunakan ETLE mobile. Yakni personel dari Satlantas dibekali ETLE Mobile dari handphone masing-masing.

Baca Juga: Operasi Patuh Lodaya 2025 di Bogor

"Namun, bagi pelanggaran yang kategorinya rawan kecelakaan atau pelanggaran yang nantinya menyebabkan fatalitas korban lakalantas, maka kami tindak menggunakan tilang di tempat atau blanko tilang," jelasnya.

Pelanggaran yang dimaksud di antaranya pengendara tidak menggunakan helm, itu bisa dilaksanakan penindakan blanko tilang. Kemudian untuk knalpot brong atau yang tidak sesuai spek dilakukan penindakan memakai blanko tilang, karena harus mengganti dulu knalpotnya.

Dalam giat Operasi Patuh Lodaya tersebut juga, Satlantas Polres Bogor sempat memberikan helm gratis kepada pengendara yang tidak memakai helm.

Menanggapi masih adanya pengendara yang melanggar dengan cara menerobos petugas yang sedang menjalankan Operasi Patuh Lodaya, Ardian Novianto mengatakan, hal itu sebuah dinamika pada saat melakukan penindakan.

Baca Juga: Satlantas Polresta Bogor Kota Mulai Gelar Giat Operasi Patuh Lodaya, Ini Sasarannya

"Memang banyak pengemudi yang putar balik atau mempercepat lajunya. Tapi yang putar balik saya harapkan jangan dilakukan karena membahayakan. Melawan arus itu salah satu prioritas sasaran Operasi Patuh Lodaya," tandasnya.

"Kami tadi laksanakan penindakan terhadap pengendara yang putar arah, itu termasuk kategori lawan arus," tegasnya.

Sementara itu, terkait kendaraan roda dua yang ditahan, kategori pelanggarannya di antaranya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengemudinya. Artinya pengendara tersebut belum berhak mengendalikan kendaraan.

"Maka yang kami amankan sebagai barang bukti adalah kendaraannya. Kemudian knalpot yang tidak sesuai maka kewajibannya harus mengganti knalpotnya dengan knalpot standar. Kendaraan yang diamankan ada delapan," bebernya.