BOGOR, CEKLISSATU.COM - Terhentinya pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijujung, Kecamatan Sukaraja, mendorong SDN 03 Cimandala untuk mengajukan pindah dapur atau berpindah SPPG.
Guru SDN Cimandala 03, Dedi Sumaji menyatakan harapan sekolah agar tidak terus terjebak dalam ketidakpastian distribusi MBG.
“Tadinya kita ingin minta mau pindah SPPG aja,” kata Dedi, Selasa (13/1/26).
Baca Juga: Hampir Sebulan Distribusi MBG di Sukaraja Bogor Macet, Lima Sekolah Menunggu Kepastian
Ia menyebut, terdapat beberapa SPPG lain yang sebelumnya datang dan menawarkan kerja sama.
“Ya kan ada beberapa ya yang lebih dari 5 SPPG yang datang ke sini. Kita berupayalah. Artinya selama nggak ada kejelasan, ya kita sambil cari info ke SPPG-SPPG yang lain yang mungkin masih bisa nerima,” jelasnya.
Namun, kata dia, upaya berpindah dapur tidak bisa dilakukan secara langsunh karena masih terikat nota kesepahaman dengan SPPG Cijujung.
Baca Juga: Puluhan Karyawan SPPG Mampang 3 Depok Jalani Tes Urine, Begini Hasilnya
“Tapi karena kita kan udah ada MoU dengan SPPG Cijujung ini, saya juga sudah langsung konfirmasi, boleh apa enggak nih kalau misalnya kita SDN Cimandala 03 ini pindah dapur,” ucap Dedi.
Ia menjelaskan, komunikasi antar sekolah penerima MBG dilakukan melalui grup WhatsApp yang beranggotakan sekolah-sekolah di bawah cakupan SPPG Cijujung.
Kemudian, la berharap persoalan ini segera diselesaikan karena menyangkut tujuan utama program MBG.
“Yang namanya untuk peningkatan gizi ke anak dengan tersendatnya ini, mau gimana peningkatan gizi anak bisa tercapai,” sindir dia.
Ia menilai penghentian dalam waktu lama berdampak serius.
“Kalau mungkin sehari dua hari nggak masalah. Kalau ini udah hampir sebulan, jelas terganggu,” tandasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun Ceklissatu.com, terdapat lima sekolah yang masuk dalam cakupan distribusi MBG oleh SPPG Cijujung, yakni SDN Cimandala 03, SDN Cijujung 02, SDN Pasirlaja 03, SDN Cijujung Tengah, dan TK Alamanda.