KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pembangunan flyover Jalan Bojonggede - Kemang (Bomang) akan terus berjalan dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Flyover tersebut menjadi infrastruktur penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dari arah Kemang - Parung menuju Cibinong, termasuk ke pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa proses pembangunan kini memasuki tahapan lanjutan, khususnya terkait penyelesaian pembebasan lahan.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Tetap Tegas, Meski Penutupan Tambang Bikin Proyek Jalan Bomang Tersendat
“Kami berproses di 2026 melakukan pembebasan lahan dan Jalan Bojong Gede–Kemang masih tersisa satu jembatan. Satu jembatan insya Allah kita tuntaskan di tahun 2026,” ujar Rudy kepada wartawan, Senin (1/12/25).
Menurutnya, setelah tahapan tersebut selesai, Pemkab Bogor optimistis pembangunan flyover dapat segerra dimulai dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun setelahnya.
“Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala 2027 flyover dapat selesai terbang,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan flyover Bomang sempat menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya hasil perhitungan awal dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor yang menunjukkan bahwa proyek tersebut berpotensi menelan biaya hingga Rp500 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto, menyebut desain ulang dilakukan untuk menekan bentang dan lebar konstruksi sehingga biayanya dapat turun ke bawah Rp200 miliar.
“Kita ingin bikin flyover, tapi hitungan kita masih cukup mahal juga kan, hampir 500 miliar-an, dan itu sepertinya masih sangat jauh lah kalo kita sampe nunggu itu,” terang Suryanto, Jumat (31/10/25).
Baca Juga: Pembangunan Jalur Lambat Jalan Bojonggede-Kemang
Suryanto mengungkapkan bahwa Bupati Bogor telah berencana untuk mengambil alih pembiayaan proyek melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor. Namun, dengan catatan perhitungan anggaran proyek harus dikaji ulang agar lebih efisien.