KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Memasuki musim hujan serta antisipasi menghadapi cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor telah menyiapkan sejumlah langkah kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Agus Suyatna menyebutkan, Bupati Bogor telah menetapkan melalui surat keputusan yang dibuat pada November 2025 lalu.
Surat tersebut berisi status siaga darurat bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem untuk 40 kecamatan terkait ancaman hidrometeorologi basah terhitung November 2025 hingga April 2026.
"Kesiapan lainnya mengefektifkan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), agar penanggulangan bencana lebih cepat ke titik-titik lokasi," ungkap Agus Suyatna kepada ceklissatu.com, Selasa (13/1/2026).
Selain itu lanjut Agus Suyatna, BPBD Kabupaten Bogor juga meningkatkan peran serta stakeholder dan relawan bencana.
"Kami juga menyiapkan personel TRC BPBD standby sebanyak tiga pleton 24 jam, dibantu tim rescue Damkar juga Basarnas wilayah Bogor, serta dibackup TNI-Polri yang ada di Kabupaten Bogor," jelas Agus Suyatna.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Bogor Selatan, Dua Rumah Warga Mulyaharja Rusak
"Personel BPBD Kabupaten Bogor pun telah dilengkapi sejumlah peralatan, termasuk kendaraan juga alat berat," bebernya.
Karena wilayah Kabupaten Bogor beberapa hari terakhir ini sering diguyur hujan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
"Terutama pada saat terjadi hujan, antisipasi banjir dan longsor. Khususnya untuk daerah sepadan sungai dan tebingan," tegasnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Malam Tahun Baru, BMKG Ungkap Ancaman Squall Line di Sekitar Pulau Jawa
"Juga kami minta pihak desa dan kecamatan terus meningkatkan kesiapsiagaan, dan bila ada bencana silahkan hub call centre 112," pungkas Agus Suyatna.