BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pencinta petualangan, siap-siap punya destinasi baru di Bogor, EIGER Nature akan dibuka untuk publik pada September 2026 dengan menawarkan pengalaman jelajah alam yang bukan sekadar seru, tetapi juga penuh makna.
Dari Suspension Bridge, Forest Adventure, hingga Forest Camp, EIGER Nature membawa konsep ekowisata ke level yang lebih menarik.
EIGER Nature merupakan identitas baru dari EIGER Aventure Land berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Merawat Alam dari Hulu:EIGER Adventure Land Angkat 6 Ton Sampah di Puncak
Identitas baru itu merupakan wujud komitmen yang semakin kuat untuk menghadirkan ekowisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman di alam, tetapi juga memberikan makna, pembelajaran, serta dampak positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.
Perubahan dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan bagian dari perjalanan untuk memperjelas kembali tujuan dan arah destinasi.
Berangkat dari hampir empat dekade perjalanan EIGER yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan, EIGER Nature hadir untuk menginspirasi generasi melalui petualangan bermakna di alam.
"EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat," ujar Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, Kamis (20/8/2026).
Membangun Ekosistem Ekowisata yang Bermakna EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata: Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi, yang menempatkan keseimbangan antara kelestarian alam, budaya dan masyarakat, serta manfaat ekonomi sebagai fondasi destinasi.
Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment, yang menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman pengunjung secara lebih menyeluruh.
Dengan pendekatan ini, EIGER Nature ingin memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menarik dan bermakna.
"Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Imanuel.
Dari Komitmen Menjadi Dampak Komitmen terhadap keberlanjutan menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature sejak tahap pengembangan.
Baca Juga: Mitigasi Bencana, BNPB Fokus Rehabilitasi DAS Ciliwung Lewat Gerakan Tanam Pohon Nasional
Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan nilai ekologis kawasan, termasuk penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah.
Di sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature juga telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar, dan diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan saat beroperasi.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, 5% dari laba bersih EIGER Nature akan dialokasikan untuk mendukung program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup manusia, termasuk berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, serta program 1 Ticket 1 Tree.
Baca Juga: EIGER Adventure Land: Persembahan untuk Negeri Melalui Ekowisata Lestari di Jantung TNGGP
Bagi EIGER Nature, keberlanjutan bukan hanya tentang meminimalkan dampak negatif, tetapi tentang bagaimana kehadiran destinasi dapat menciptakan dampak positif yang terus tumbuh bagi lingkungan dan masyarakat.
Menghadirkan Petualangan yang Bermakna EIGER Nature dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality.
Berbagai atraksi dan aktivitas berbasis alam akan melengkapi pengalaman pengunjung, termasuk Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, Forest Adventure, hingga pengalaman menginap di Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.
Baca Juga: Indofest 2024: EIGER Adventure Siapkan Kejutan, Buy One Get One dan Diskon hingga 50 Persen
Pada saat yang sama, EIGER Nature memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman yang lebih seamless melalui pendekatan paperless dan integrated experience, termasuk integrasi aplikasi, wristband, sistem akses, informasi, dan transaksi digital menggunakan EIGER Coins.
Teknologi ditempatkan sebagai enabler yang membantu pengunjung menikmati pengalaman di alam dengan lebih mudah, tanpa menghilangkan esensi interaksi dengan alam itu sendiri.
"Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature," ujar Imanuel.
Baca Juga: Eiger Salurkan 1 Sapi 7 Kambing untuk Warga Megamendung
EIGER Nature akan membuka akses kepada publik pada September 2026, membawa harapan untuk menjadi destinasi ekowisata yang memberikan manfaat bagi manusia, berdampak positif bagi alam, serta menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.