BOGOR, CEKLISSATU— Kasus penjualan anak yang berkedok sebagai penampungan adopsi yang berlokasi di wilayah Desa Kuripan Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor terungkap oleh Polres Bogor, Jawa Barat. Ternyata, pelaku berprofesi sebagai marketing di salah satu perumahan wilayah Bogor Utara.
"Untuk kasus terjadi bulan Juli 2022 adanya laporan 5 kali ibu hamil melahirkan di Puskesmas Ciseeng dengan satu nama bapak yang sama yakni Suhendar," ungkap Plt Camat Ciseeng Agus Sopian ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu 28 September 2022.
Ia mengaku, setelah ditelusuri ternyata lokasi ibu hamil berada di wilayah Kuripan menempati rumah tinggal milik pelaku yang berprofesi sebagai marketing perumahan.
"Jadi pelaku ini menampung ibu hamil dari luar Bogor dengan alasan membantu persalinan sampai disebut bapak sejuta anak karena sempat diangkat di channel Youtube," ucapnya.
Dirinya menambahkan rata-rata ibu hamil yang berada di penampungan mempunyai kasus berbeda yakni hamil diluar nikah, korban pemerkosaan dan pekerja TKI.
"Pada saat kami amankan masih ada 5 ibu hamil langsung dibawa oleh Dinas Sosial dan 5 lagi sudah melahirkan di puskesmas Ciseeng," tambahnya
Selain itu Agus menuturkan background pelaku sebagai marketing perumahan di wilayah Ciseeng dengan status duda anak satu umur 3 tahun.
"Ketika kita telusuri aksinya sudah jelas menyalahi karena ada laporan anak yg lahir dikirim ke panti asuhan diwilayah Tangerang tapi ketika dicek semua tidak benar," tuturnya.
Bahkan pihaknya sempat menanyakan ke korban alasan membawa lahiran ke Puskesmas Ciseeng, karena asalnya bukan dari Bogor melainkan berbagai daerah sampai ada yang dari Lampung.
"Ternyata pelaku sudah banyak ditolak Puskesmas dan hanya di Ciseeng yang bisa memberikan pelayanan proses kelahiran," tegasnya.
Agus juga sempat menegur pelaku karena kegiatannya sudah banyak laporan dari pihak desa sampai Puskesmas dengan membawa ibu hamil.
"Kalau pelaku tidak pernah terbuka, tapi kami bisa mendapat informasi jelas langsung dari korban mereka dibawa kesini dan dibiayai proses kelahirannya oleh pelaku karena di di puskesmas lain ditolak," katanya.