BOGOR, CEKLISSATU- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Leuwiliang, diduga banyak dikeluhkan masyarakat tidak sedikit yang kecewa dengan pelayanan, dan sikap kemananan yang dinilai tidak humanis.


Dari sekian informasi ada  saja masyarakat, yang mengeluh meskipun secara akreditasi RSUD Leuwiliang mendapatkan nilai positif. Namun, terkadang bertolak belakang dengan penilaian tersebut.


Belum lama ini warga Cibungbulang Rudi yang merawat anaknya karena sakit kejang-kejang mengaku, tidak mendapatkan pelayanan yang  maksimal.


"Saat itu, anak saya ke RSUD Leuwiliang,  dan saat di pendaftaran saya mengajukan untuk memakai BPJS, dan setelah mereka tau bahwa saya akan merencanakan pakai BPJS, saya sama pihak RS suruh menunggu semalaman di IGD sekitar 10 Jam, saya baru mendapatkan kamar rawat inap pada pagi hari pukul 09.00 WIB,"kata Rudi kepada wartawan, Rabu 13 Desember 2022.

Baca Juga : Teridentifikasi, Mayat Perempuan di Jalan Raya Bogor-Jakarta adalah Warga Cibinong 


Rudi menceritakan tidak hanya itu saja setelah  dirinya mengurus BPJS dan saat itu anaknya masuk pada Hari Jumat karena Sabtu Minggu pelayanan kantor BPJS secara offline libur, sehingga ia mengurusnya Senin.

Namun apa yang didapat setelah semuanya dendaan BPJS ia bayar pada ke esokan harinya Selasa 13 Desember 2022 Rudi ingin membawa anaknya pulang akam tetapi ada dendaan lagi yaitu denda rawat inap.

"Saya paham tapi kenapa gak dijelaskan detail kalau tahu gitu saya milih jalur umum itu yang saya kecewakan,"ungkapnya.


Sementara itu,  salah satu pegawai Pelayanan RSUD Leuwiliang Apih mengaku, untuk denda rawat inap itu bukan bagian dari pihak RS, melainkan keluarga pasien dengan pihak BPJS.


"Denda rawat inap itu bayarnya kan ke BPJS bukan ke rumah sakit jadi gak ada kendala di RS,"ungkapnya


Sementara itu Wakil Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi pun langsung menanggapi keluhan masyarakat Bogor Barat soal pelayanan RSUD Leuwiliang.


Warga mengeluhkan bagaimana buruknya penanganan yang telah dilakukan oleh tenaga kesehatan atau dokter di Instalasi Gawat Darurat.


Terkait kejadian tersebut, Ridwan meminta kepada Direktur RSUD Leuwiliang yang baru segera melakukan perbaikan.

 "Harus ada evaluasi tenaga kesehatan atau dokter di ruang IGD dan keterbukaan informasi agar masyarakat tidak bingung, jangan sampai kejadian seperti itu terus terulang,"ungkapnya.