BOGOR, CEKLISSATU-- Ribuan warga Desa Pondok Udik berdesakan hingga rela duduk di area parkir desa demi mendapatkan bantuan langsung tunai BLT BBM, Sembako dan Program Keluarga Harapan atau PKH.
Pihak desa saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan terkait menumpuknya warga saat pengambilan BLT yang terpantau sejak pagi hari menjelang sore itu.
Sementara Petugas Kantor Pos Djuanda Bogor mengatakan untuk pembagian waktu pengambilan itu mekanismenya dari pihak desa.
Baca Juga : Diajukan Jadi Panglima, KSAL TNI Yudo Margono: Sedang Persiapkan Fit and Proper Test
"Agar mempersingkat waktu jadi disatuin, harusnya memang dipisah pembagian waktunya agar tidak sekaligus ini,"kata Khaerul Agustian petugas kantor Pos kepada wartawan, Sabtu 26 November 2022.
Warga yang membludak hingga menumpuk diakui Khaerul membuat petugas kerepotan melayani pemberian bantuan itu.
"Total ada 1866 keluarga penerima manfaat bantuan itu terdiri dari BLT BBM, Sembako dan PKH total untuk BLT BBM dan Sembako itu Rp 900 ribu, sedangkan untuk PKH itu tidak merata ada yang Rp 2 juta bahkan lebih dari Rp 2 juta dan ini sepertinya pembaginya sampai malam dari pagi,"katanya.
Seolah tidak belajar dari pengalaman di Parungpanjang ada yang meninggal dunia saat antrean terjadi. Khaerul juga tidak menampik hal itu. Namun untuk di Desa Pondok Udik sejak pagi sampai sore itu tidak ada insiden hal yang tidak diinginkan.
"Ia si ada yang meninggal tapi alhamdulilah di sini kondusif,"katanya.
Sementara itu warga Desa Pondok Udik Sri Nurhayati (50) mengaku sampai saat pukul 16.00 Wib dirinya belum mendapatkan bantuan.
"Sejak tadi pagi terus pulang dulu lalu balik ke kantor desa jam satu belum dipanggil, ini antre bansos BMM, Sembako dan PKH ,"katanya. Cepi