BOGOR, CEKLISSATU—Musim buah durian atau biasa disebut buah duren, beberapa wilayah di Kabupaten Bogor banyak pohon durian termasuk di wilayah Leuwiliang, Cigudeg hingga Rumpin.
Di Rumpin Kabupaten Bogor hampir setiap hari. Bahkan dihari libur akhir pekan sejumlah masyarakat pencinta buah durian baik dari Bogor maupun luar Bogor seperti Tanggerang, Bekasi, Depok dan Jakarta dengan menggunakan kendaran roda dua hingga roda empat mendatangi kawasan Rumpin.
Bahkan mereka rela bermacetan melewati jalan sempit di perkampungan menuju lokasi dimana duren yang dijajakan yanh langsung dipetik dari pohonnya .
Seperti diungkapkan Desti warga Cileduk Tanggerang ia sudah dua kali balik ke wilayah Rumpin dua minggu yang lalu dan minggu ini sengaja bersama keluarga untuk membeli durian asli Rumpin yang di rasanya enak dan mani.
“Ia macet ini udah kedua kalinya datang ke sini sama keluarga untuk membeli durian asli Rumpin enak manis kulitnya tebal jadi ketagihan,”katanya.
Sambung Desi, untuk harga cukup terjangkau mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu tergantung ukuran dan kematangannya.
“Murah kalau udah diluar sini pasti mahal dan kalau di sini bisa milih kan lansgung dari pohonnya,”katanya.
Untuk ke lokasi ini Desti mengaku menghabiskan waktu di perjalan sekitar 3 jam, bahkan karena hari libur menuju ke lokasi perkebunan duriannya harus berjalan kaki.
“Macet tapi sambil liburan sama keluarga jadi gak kerasa capenya,”katanya.
Sementara itu menurut warga Rumpin mengatakan kemacetan itu memang sering terjadi setiap musim buah durian.
Pantuan dilokasi, kemacetan itu terjadi didua arah. Baik mengarah ke Kampung Palias maupun sebaliknya ke arah Rumpin.
"Ini macet musiman, jadi memang saat musim durian akses jalan ini memang suka macet,"kata warga Kampung Muncang Martin.
Martin mengaku, selain banyaknya kendaraan roda dua dan empat. Kemacetan ini diperparah dengan kondisi akses jalan yang kecil, sehingga kendaraan harus bergantian.
"Akses jalanya memang kecil, jadi kalau kendaraan roda enpat suka bergantian saat melintas,"terang Martin.