BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi lokal dengan mendorong pelaku UMKM perempuan masuk ke dalam e-Katalog Pemkot Bandung.
Pemberdayaan UMKM Perempuan menjadi upaya strategis untuk memprioritaskan produk lokal Bandung dalam setiap pengadaan pemerintah, sekaligus meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi warga.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin saat membuka kegiatan Festival UMKM Perempuan Bandung, di halaman Gedung MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Jl. BKR No.177 Bandung, Minggu (12/10/2025).
Baca Juga: KOPLING 2025 Siap Guncang Jakarta dan Cibinong, Kolaborasi Musik Koplo dan UMKM Nasional
"Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa perempuan Kota Bandung bukan hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan pelaku perubahan sosial," ujar Erwin.
Menurut Erwin, sektor UMKM merupakan penopang utama ekonomi Kota Bandung.
Untuk itu, Pemerintah Kota saat ini tengah mengembangkan program besar melalui UMKM Center di 30 kecamatan, yang berfungsi sebagai pusat inkubasi bisnis, pelatihan digital marketing, dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Depok Perkuat Ekonomi Kreatif, Dekranasda Gandeng Anak Muda dan UMKM Lokal
"Di setiap kecamatan kami kembangkan pusat kuliner, wirausaha masjid, hingga wirausaha pesantren. Ini bagian dari program Bandung Utama untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga," jelasnya.
Ia memastkkan, Pemkot Bandung akan terus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat, agar pelaku UMKM mendapatkan pelatihan dan akses permodalan yang lebih luas.
Dalam arahannya kepada para pejabat dinas yang hadir, Erwin meminta agar para pelaku UMKM perempuan dapat didorong masuk ke sistem e-Katalog Pemerintah Kota Bandung.
Dengan demikian, produk-produk lokal bisa menjadi prioritas dalam setiap pengadaan di lingkungan Pemkot.
"Nanti setiap rapat atau kegiatan di SKPD, bisa pesan dari pengusaha UMKM lokal. Ini bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil," tuturnya.
Erwin juga menyinggung tantangan ekonomi yang tengah dihadapi kota.
Saat ini tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung berada di angka 7,4 persen, dan pemerintah menargetkan penurunan hingga 6,4 persen melalui pemberdayaan UMKM serta penciptaan lapangan kerja baru.
Festival UMKM Perempuan Bandung ini diselenggarakan oleh Pertani HKTI DPC Kota Bandung bekerja sama dengan DPC FPI dan Srikandi Pemuda Pancasila.