JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan bahwa stok pangan di Jakarta tetap aman, di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

Untuk mitigasi potensi dampak eskalasi konflik AS-Israel vs Iran terhadap stabilitas stok pangan, harga pangan dan barang di Jakarta,  Pramono Anung telah menyiapkan langkah mitigasi melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Karena itu, Pramono berharap konflik bersenjata tersebut tidak berlangsung lama. 

Baca Juga: Situasi Geopolitik Memanas, Pemprov DKI Ambil  Langkah Antisipatif Redam Gejolak Harga Bahan Pokok

Sebab menurutnya, gangguan pada jalur distribusi internasional, terutama di Selat Hormuz dapat memicu efek domino pada kenaikan biaya logistik dunia.

"Karena pertama supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain," ujar Pramono dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Pramono menjelaskan, Jakarta telah memiliki infrastruktur dan juga BUMD terkait stok pangan

Baca Juga: Kendalikan Harga Jelang Ramadan, DKP Kabupaten Bogor Optimalkan Gerakan Pangan Murah

Ia pun mengaku telah meminta jajaran BUMD pangan agar selalu bersiap diri dan mengadopsi pola pikir sadar krisis.

Hal ini dilakukan agar Jakarta memiliki ketahanan stok pangan yang cukup jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan produk tertentu.

"Sehingga dengan demikian kalau ada kekurangan misalnya produk-produk tertentu, maka kita harus mempersiapkan untuk itu," kata Pramono.

Baca Juga: Pemkot Bandung Jamin Pasokan Aman dan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan, Farhan: Tidak Ada Gejolak yang Signifikan

Ia mencontohkan saat mendatangkan sekitar 2.000 ekor sapi untuk menjaga harga daging tetap stabil di pasar-pasar Jakarta menghadapi Ramadan dan Idulfitri. 

"Melalui pengadaan tersebu harga daging di Jakarta pun terkendali," tutup dia.