JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menegaskan bahwa digitalisasi pasar menjadi langkah strategis untuk memodernisasi perdagangan di ibu kota.
Salah satu penerapann digitalisasi pasar adalah melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang dinilai mampu mempermudah transaksi sekaligus memberikan keamanan lebih baik bagi pedagang maupun pembeli.
Menurut Baco, pemakaian QRIS di pasar akan mengurangi praktik transaksi tunai yang kerap menimbulkan risiko kebocoran dana.
Baca Juga: Dukung Rencana Revitalisasi Pasar di Jakarta, DPRD: Kejar Target Kota Global
"Dengan digitalisasi, proses jual-beli menjadi lebih transparan, aman, dan efisien," ujarnya, Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan, transformasi digital di sektor perdagangan merupakan bagian dari visi besar menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari 50 kota global pada tahun 2030.
Selain digitalisasi, Baco juga mendukung program revitalisasi pasar tradisional agar masyarakat merasa lebih nyaman saat berbelanja.
Baca Juga: Dedie Rachim Apresiasi Perbarindo untuk Penguatan Cyber Security dalam Mendukung Digitalisasi UMKM
Namun, ia menekankan pentingnya melibatkan pihak swasta melalui pola kerja sama Business to Business (B2B) agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Dengan APBD yang terbatas, kolaborasi dengan swasta menjadi solusi. Pasar bisa diperbarui tanpa menguras anggaran daerah, sementara investor tetap memperoleh keuntungan yang wajar," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menyampaikan komitmen pemerintah untuk membenahi Pasar Tanah Abang.
Baca Juga: Paguyuban Pedagang Pasar Sukasari Dukung Revitalisasi Pasar Bogor
Revitalisasi serta digitalisasi diyakini akan mengembalikan pamor pasar tersebut sebagai pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan efisiensi dan menekan potensi tindak kejahatan dalam transaksi.