Komisi III DPRD Kota Bogor ‘Pelototi’ Pembangunan Infrastruktur Strategis

  • Whatsapp

Ceklissatu.com , HUMPROPUB – Beberapa proyek infrastuktur strategis Kota Bogor hingga saat ini masih berjalan.
Diantaranya adalah pembangunan alun-alun Kota Bogor, Masjid Agung, perpustakaan, pedestrian
Juanda, dan revitalisasi jalur Surya Kencana. Proyek yang memakan anggaran miliaran rupiah ini pun
sontak menjadi sorotan bagi Komisi III DPRD Kota Bogor.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin, mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah menyoroti
beberapa proyek strategis di Kota Bogor agar bisa selesai pada waktunya. “Tahun 2021 ini merupakan
tahun pembangunan infrastuktur. Oleh karena itu Komisi III lebih banyak melakukan pengawasan dan
sidak pekerjaan fisik, terutama pada pembangunan sarana publik,” kata Zaenul.

Bacaan Lainnya

Salah satu proyek pembangunan yang disorot oleh Komisi III adalah alun-alun Kota Bogor. Proyek eks
lahan taman topi yang menelan anggaran Rp13 miliar itu hingga saat ini pengerjaannya baru menyentuh
angka sekitar 35 persen. “Proyek ini harus dipercepat pengerjaannya, apakah ditambah jumlah tenaga
kerja atau jumlah peralatannya. Intensitas pekerjaan harus terus ditingkatkan tanpa harus menurunkan
kualitas dan standar pembangunan yang ada, sehingga target bisa tercapai sesuai target,” kata pria yang
akrab disapa ZM.

 

“Masalah lingkungan juga harus diperhatikan. Tidak ada penebangan pohon yang dihalalkan dalam
setiap pembangunan. Ini harus menjadi perhatian serius karena RTH itu adalah paru-paru Kota Bogor,”
tegasnya.

Selain pembangunan alun-alun, megaproyek lainnya yang menjadi sorotan adalah revitalisasi jalan
Suryakencana. Sebab, proyek yang menelan anggaran Rp30 miliar dari dana pinjaman Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN) ini mengalami keterlambatan sebesar 11 persen. “Jangan sampai anggaran yang
sudah menggunakan pinjaman ini bermasalah dan terlambat, karena sisa waktu tinggal 68 hari lagi,”
jelas ZM.

 

Penyelesaian Pembangunan Masjid Agung

Senada dengan Zaenul, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto juga menyoroti masalah penyelesaian
pembangunan infrastruktur di Kota Bogor, khususnya Masjid Agung. Pembangunan masjid Agung juga
mengalami keterlambatan. Padahal, Masjid Agung sangat dinantikan penyelesaiannya karena sudah
tertunda sejak 2015.

“Kita sudah anggarkan 32 M untuk pembangunan Masjid Agung di tahun 2021. Harapannya, bisa selesai
di akhir 2021 dan dituntaskan pembangunan interiornya di tahun 2022. Untuk itu, pembangunan yang
sedang berjalan harus dituntaskan sesuai target waktu tanpa mengurangi kualitas,” jelas Atang.

“Komisi terkait (Komisi III, red) tentu akan melakukan pengawasan optimal agar Masjid ini bisa segera
dapat difungsikan. Masjid tempat ibadah dan doa kepada Allah. Jangan sampai terkatung-katungnya
Masjid Agung ini menjadi kesalahan berjamaah”, pungkas Atang. (Advetorial)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *