Geliat Pelaku Seni Budaya dan Bisnis Kreatif Bangkit di Tengah Pandemi COVID-19 Ceklis Satu

Geliat Pelaku Seni Budaya dan Bisnis Kreatif Bangkit di Tengah Pandemi COVID-19

Bogor Bangkit Bersama : Ruang Baru Para Pelaku Seni dan Bisnis Kreatif di Kota Hujan

Menurunnya secara drastis aktivitas kreatif akibat pagebluk Covid- 19, telah mengerakkan sejumlah elemen masyarakat Kota Bogor untuk secara bersama-sama bangkit dari keterpurukan. Mereka terdiri dari seniman, budayawan, musisi, wartawan, sineas, pelaku usaha hotel dan restoran yang mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor yang sepakat bertekad untuk menggeliatkan kembali kehidupan dunia kreatif di Kota Bogor.

Sebagai langkah awal, gerakan ini menginisiasi pembuatan kanal YouTube Bogor Bangkit Bersama sebagai sarana komunikasi dan informasi. Para pelaku seni dan bisnis dapat saling berbagi ruang untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan dunianya masing-masing. Para seniman tradisional dan modern, tanpa mempermasalahkan genre, dapat menunjukkan karyanya melalui panggung pertunjukan yang lokasinya akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini merupakan salah satu kiat untuk lebih memperkenalkan potensi pariwisata Bogor kepada nusantara dan dunia.

Kanal YouTube Bogor Bangkit Bersama juga merupakan medium yang tepat untuk membahas isu-isu terkini yang menjadi kebutuhan masyarakat luas. Dalam penayangan episode 1, misalnya, warga Bogor dapat mengikuti uraian rinci dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Atep Budiman serta Kepala Bidang Ekonomi Kreatif , Marissa, tentang situasi terkini penanganan pagebluk Covid-19. Kelompok musik Antartick juga ikut ambil bagian memperkenalkan lagu-lagu terbarunya.

Sedangkan, pada episode 2, ditampilkan Fianny Agatha, manager kafe Tier Sierra dan Warkop Villa Kuda serta Shena Ariyandi dari Perkumpulan Musisi Bogor (Pambo), untuk mengungkap situasi terakhir yang terjadi pada dunia kreatif. Ada pun Ambarila, duo yang tengah bersiap merilis debut album mereka pada Desember nanti, memberikan tiga bocoran lagunya melalui sebuah penampilan apik.

Nampaknya semua elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan Bogor Bangkit Bersama telah segendang sepenarian bahwa gerakan kreatif ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu mereka membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang menginginkan Kota Bogor kembali berdenyut, termasuk upaya menghilangkan segala bentuk perbedaan. Apa pun alasannya, karena perbedaan adalah rahmat.

Gerakan Seni Rupa Bogor

Gerakan Seni Rupa Bogor (GSRB) adalah kolektif yang terdiri dari seniman, manajer seni, desainer grafis dan penulis. Dibentuk pada 2016, GSRB berfokus pada pengembangan ekosistem seni rupa di Bogor melalui pameran, diskusi, lokakarya dan riset, yang berkolaborasi dengan berbagai pelaku kreatif di Bogor.

Sejak awal terbentuknya, GSRB telah mengadakan berbagai kegiatan pameran seni rupa yang mengundang berbagai perupa asal Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta yang telah berkiprah di kancah nasional dan internasional. Beberapa pameran yang digelar antara lain Hujan Keras! Exhibition (2016), Ngariung Dina Huis (2017), People Exhibition (2017), dan pameran tunggal seni lukis bertajuk “Reminiscence of Darkness” (2019).
Selain itu, GSRB pun memiliki program “Gossip Mandor” yang merupakan kegiatan diskusi berkala bagi praktisi seni dan budaya untuk mempresentasikan fokus yang sedang digeluti oleh masing-masing. (sumber: www.gerakansenirupabogor.com).

REMBUK KREATIF (ReKa)

Rembuk Kreatif atau disingkat ReKa, merupakan forum yang mewadahi seluruh pelaku ekonomi kreatif di Kota Bogor. Meliputi elemen pentahelix mulai dari akademisi, bisnis, komunitas pemerintah, dan media sebagai rekanan. Forum ini memiliki tujuan untuk saling mengenal dan bersilaturahmi antar pelaku kreatif yang akan berujung pada kolaborasi antar pelaku yang menghasilkan peningkatan rantai nilai. Harapannya dengan adanya forum ini, pendapatan daerah Kota Bogor bisa meningkat, sehingga mensejahterakan masyarakat luas.

Kegiatan forum ini, sudah dimulai dari awal tahun 2020. Sebelum pandemi, ReKa mengadakan pertemuan yang saling mengenalkan kegiatan pelaku. Kegiatan Rembuk episode satu diadakan di Kopi Sani yang berlokasi di Jalan Raya Bogor Baru. Keunikan kegiatan ini, diadakan secara swadaya antar komunitas, dan dihadiri mulai dari Mabes Creative, Kisruhdotcom, Bogor Sketchers, PSN bamboo, Gerakan Seni Rupa Bogor, Bogor Ngariung serta Handayani Geulis Batik Bogor. Kegiatan utamanya adalah saling mengenalkan, dengan surprise format berupa silent event, dimana semua tamu menggunakan headphone agar mengurangi kebisingan dan lebih fokus terhadap presentasi profil yang dijabarkan. “Dari semua ide yang dikisahkan, ada benang merah yang sama yaitu, semua pelaku dan komunitas mencintai bogor dan mengekspresikan melalui perspektif, media, dan cara yang berbeda beda.” Ucap Georgian, selaku Ketum atau Ketua Tumbal dari forum ini.

ReKa sudah mulai berkolaborasi dengan pemerintah dan Wali Kota Bima Arya menyampaikan bahwa saat ini Kota Bogor perlu mempercepat langkah Pemerintah Kota (Pemkot) untuk membentuk Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Perwali atau SK. Pembentukan Komite Ekraf perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mempersiapkan pengelolaan Creative Hub. Hal ini disampaikan oleh Bima Arya saat menerima teman-teman dari Rembug Kreatif (Reka) Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor pada Jumat (23/10/20).

Setelah berdiskusi, Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Reka Bogor juga mengunjungi pembangunan Gedung Creative Hub yang berada di area Gedung Bakorwil.

“Kita harap akhir Desember 2020 sudah rampung, saya akan koordinasi terus untuk memonitor perkembangannya agar kita bisa bersinergi dengan ruangan itu dan nanti Pemkot juga bisa membatu untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut,” ungkap Bima Arya.

Kemudian, Bima juga berharap dengan adanya para pelaku Ekraf di Kota Bogor pada era pandemi ini tetap berkreasi, berkolaborasi untuk menciptakan peluang yang ada dan menyambut peluang yang ada.

“Tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga bidang lain bagaimana tetap berkesenian melakukan kegiatan kebudayaan dengan protokol kesehatan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketum Ekraf Kota Bogor sekaligus CEO Batik Bogor Handayani Geulis Georgian Marcello turut bersyukur atas kegiatan silaturahim bersama Wali Kota Bogor.

“Dari segala proses yang sudah kita jalankan kita presentasikan ke Kang Bima Arya. Beliau mendukung tentang adanya komite meskipun memang butuh proses tapi ini harus terus kita jalani agar kita bisa sama-sama mengembangkan Ekraf di Kota Bogor. Mengingat Kota Bogor sudah ketinggalan oleh kota lain dan kita perlu mengejarnya agar sama-sama bisa maju sesama pegiat Ekraf di Kota Bogor dan sesama pegiat Ekraf Kota Kabupaten se-Jawabarat,” paparnya.

Mengenai langkah Pemkot yang akan mempercepat pembentukan Komite di Kota Bogor, Georgian berharap Komite bisa berperan untuk memajukan Ekraf Kota Bogor.
“Semoga SK dan forum Ekraf bisa segera ada dan kita bisa sama-sama saling bekerja sama untuk membangun kota Bogor melalui gerakan ekonomi kreatif,” tutupnya.
Pada 5-6 november 2020
Rembuk Kreatif (ReKa) diwakili oleh Georgian (@jorvji) selaku Ketua Tumbal, menghadiri Rakornas ICCN (@ICCNmedia) jejaring kota kreatif nasional, yang bertemakan Jeng Girat Obah Bareng! Atau bermakna bergegas bergerak bersama.
Acara ini diadakan di Banyuwangi dan dihadiri seluruh perwakilan forum dan komite kreatif Kota maupun Kabupaten di nusantara, secara daring maupun luring. Pak Bupati juga menyambut hangat seluruh perwakilan pelaku kreatif dari Nusantara tersebut.

“Alhamdulilah, pendapatan per kapita Kabupaten Banyuwangi meningkat dari 14 juta menjadi 51,8 juta, hal ini didongkrak oleh pergerakan sektor kreatif. Bukan industri yang meninggikan cerobong asap seolah mendorong pergerakan ekonomi namun sebenarnya mengganggu pemerataan pendapatan.” Ucap Azwar Anas (@azwaranas.a3) . Selaku bupati yang sudah menjabat dua periode ini.

“Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar bukan hanya dari kuantitas tapi juga kualitas” ujar Fiki Satari (@fikisatari) ketua umum ICCN.
“Semoga dengan mewakili Bogor, bisa banyak belajar mendapatkan inspirasi yang akan ditularkan kepada kawan kawan di Kota” ucap Kang Jorji, sapaan akrab Pak KeTum. Berangkat mewakili Bogor, Kang Jorji berharap bisa mendapatkan insight untuk mengembangkan pelaku ekonomi kreatif di kotanya.Seni Budaya

Latest news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

Related news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here